Afleveringen
-
Idul Fitri mengajarkan kita satu hal penting: keadilan sejati selalu berangkat dari nurani. Puasa melatih kejujuran bahkan ketika tak ada yang melihat. Ia mendidik manusia agar patuh bukan karena takut, melainkan karena sadar.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Puasa mengajarkan kita menunda.
Menunda keinginan, menunda kesenangan, menunda ego.
Ia mendidik tangan agar tahu kapan harus memberi, dan mendidik hati agar tahu kapan harus cukup.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Zijn er afleveringen die ontbreken?
-
Ramadhan itu luar biasa.
Ia bukan hanya soal puasa,
tetapi tentang keberanian untuk mengakui kekeliruan sebelum menuntut kesempurnaan dari orang lain.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Mahkamah Konstitusi seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan, bukan sekadar bangunan megah dengan palu hakim yang berat. Ia hidup dari wibawa moral, dari keyakinan publik bahwa putusan yang lahir di dalamnya tak hanya benar menurut undang-undang, tetapi juga pantas menurut nurani.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Bencana alam sering kita sebut sebagai takdir.
Padahal, banyak di antaranya adalah hasil dari keputusan manusia.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Tugas kita bukan memilih salah satu,
melainkan mencari jembatan agar keadilan tak kehilangan rasa,
dan rasa tak kehilangan keadilan.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Di kota, hidupnya tak hanya soal jualan.
Di sela-sela waktu istirahat yang sempit,
ia kerap duduk bersama anak-anak jalanan,
mendengar cerita yang jarang dipercaya orang dewasa.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Anak jalanan dan pengemis di lampu merah adalah potret kecil dari paradoks sosial kita.
Di tengah gemerlap kota dan gedung megah, masih ada ruang yang tidak pernah disentuh cahaya: ruang kemiskinan, kehilangan, dan ketidakpedulian.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Mungkin geng itu bukan sekadar kelompok kriminal, tapi tempat di mana seseorang akhirnya merasa diterima meski dengan cara yang salah.
Dan di situlah tragisnya, ketika rasa memiliki datang bukan dari kasih, tapi dari kekerasan.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Gang sempit itu seperti cermin kecil dari wajah besar kota kita.
Ia memantulkan sisi lain dari kemajuan yang tak sempat disentuh pembangunan,
yang jarang masuk dalam berita,
tapi justru menyimpan denyut kehidupan paling jujur.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Kadang kita cepat menghakimi perempuan malam sebagai simbol dosa, tapi jarang bertanya: siapa yang menciptakan malam itu?
Mungkin dosa yang sebenarnya lahir bukan dari tubuh mereka, melainkan dari sistem yang membiarkan manusia bertahan dengan cara yang melukai harga dirinya.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Larangan tidur di masjid mungkin lahir dari niat menjaga adab. Tapi adab tanpa empati bisa berubah menjadi kesombongan rohani.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Empati bukan sekadar simpati yang lembut di bibir, tapi keberanian untuk hadir di ruang sakit orang lain tanpa menghakimi.
Ia adalah kemampuan untuk menahan lidah,
menundukkan ego, dan menatap manusia lain dengan kesadaran bahwa kita pun bisa berada di tempatnya.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Santri selalu diajarkan untuk menghormati kiainya bahkan lebih tinggi dari diri sendiri.
Namun kadang, dalam kekaguman yang mendalam itu, lahir pula fanatisme yang membutakan.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Menemukan teduh di tengah bising bukan berarti menjauh dari dunia. Ia bukan pelarian, tapi pemulihan. Sebab kadang, ketenangan bukan tentang di mana kita berada, melainkan tentang bagaimana kita hadir utuh, tanpa terburu-buru.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Etika yang lelah bukan berarti hilang.
Ia hanya terluka karena terus mencoba menuntun manusia di jalan yang ramai dengan kepentingan.
Ia terus berbisik lembut di tengah dunia yang berteriak keras tentang hasil, kuasa, dan citra.
Ia menuntut kebaikan di tengah orang-orang yang lebih memilih kemenangan.
Kunjungi Kami Di :
www.ansharaminullah.co
-
Ada saat di mana langkah kita terdengar begitu pelan… padahal di sekitar, dunia sedang ramai. Orang berbicara, tertawa, musik mengalun namun di dalam dada, ada ruang kosong yang tak tersentuh siapa pun.
Itulah kesunyian yang paling halus: sunyi di tengah keramaian.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Keteladanan Khadijah seharusnya menjadi napas bagi rumah tangga pejabat dan abdi negara di negeri ini. Kesederhanaan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan moral.
Keteguhan mendampingi suami bukan berarti ikut menikmati fasilitas, tetapi ikut menjaga amanah. Sebab kekuasaan tanpa akhlak akan melahirkan keserakahan, dan keserakahan tanpa malu hanya akan menambah jarak antara pemimpin dan rakyatnya.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
-
Jika kita menganggap bahwa sebagian kebijaksanaan politik lahir bukan semata dari podium megah atau mikrofon berlapis protokol, maka muktamar, dengan segala riuhnya, adalah ruang yang penuh cerita.
Bukan karena sorotan lampu dan spanduknya yang hijau menyala, tetapi karena di sanalah ambisi, doa, dan kepentingan berbaur menjadi satu tarian yang kadang indah, kadang getir.
Kunjungi Kami di :
www.ansharaminullah.com
- Laat meer zien