Afleveringen
-
Pinjol mungkin baru beberapa tahun terakhir muncul di jagat keseharian masyarakat Indonesia, tapi kemunculannya cukup mengkhawatirkan. Selain manfaatnya, pinjol juga memunculkan berbagai risiko-risiko, baik pada peminjamnya maupun orang-orang yang menjadi korban tipuan pinjol. Yuk simak gimana podcasters JCI menanggapi kerusuhan pinjol!
-
Memasuki tahun baru 2022, The JCI juga akan mencoba mengikuti tren digitalisisasi, setidaknya di topik pembahasan. Apakah ada hubungan antara kriminologi dan NFT? Benarkah implementasi dari NFT dapat mencegah kejahatan? Apakah ada hubungan antara NFT dan money laundering? Mari kita coba berdiskusi bersama the JCI!
-
Zijn er afleveringen die ontbreken?
-
Episode kali ini The JCI berbicang santai dengan Sarah Aprilia Faizah-alumni kriminologi UI mengenai penelitian skripsinya yang berjudul "Fenomena Sugar Dating di Indonesia sebagai perwujudan Child Grooming dan Child Sexual Exploitation".
-
Berita duka itu datang pada dini hari di 8 September 2021. Terjadi kebakaran di Lapas Klas I Tangerang. Sampai hari ini, tercatat 49 Warga Binaan meninggal dunia dengan 3 petugas Pemasyarakatan menjadi tersangka.
Kebakaran di tempat-tempat penahanan adalah risiko yang mungkin dapat terjadi, sebagaimana juga bencana lainnya. Lalu, mengapa sampai ada banyak nyawa yang hilang? Tim @the_jci berdiskusi dengan Mas @iqraks untuk membahas permasalahan ini. -
Huff...sebenarnya kami gak pengen bahas SJ karena kami pikir malah akan jadi semakin naikin engagement dia. Tapi ternyata semakin dihindari, malah bikin semakin resah. Muncul pertanyaan dari teman-teman, "gimana seharusnya sikap kita terhadap masalah glorifikasi SJ ini? Kita sebagai orang yang pernah belajar ilmu kriminologi tentu gak boleh begitu aja menolak SJ karena kita tau isu reintegrasi mantan narapidana itu jadi masalah besar di masyarakat dunia. Dunia loh ya, bukan cuma di Indonesia."
Well, untuk folks sekalian, here is our new podcast episode. -
KRIMINOLOGI JUGA BISA NGOMONGIN SOAL PARENTING?
Di episode ini, kami mengajak @echirismawan dan @macanmachan, duo mama yang kece badai kalo ngomongin serunya dunia pengasuhan anak. Gak cuma itu. Mereka juga ternyata banyak terinspirasi dari bahasan-bahasan kriminologi. Kita bahas gaya pengasuhan, risiko-risiko anak jadi korban kejahatan, sampai ke pengasuhan yang juga berisiko menciptakan kriminal karir si anak. -
Kalau ngomong tentang teroris perempuan, kesan yang muncul kok seringnya mereka gak friendly ya? Padahal ada cerita menarik di sisi lainnya loh.
Mereka ternyata juga suka make up, baking, atau seru-seruan kaya kita-kita. Jauh banget dari kesan negatif deh. Setidaknya fakta itu yang jadi salah satu temuan dari penelitian yang dilakukan Nona Lebs a.k.a Leebarty Taskarina.
Di episode kali ini, Nona Lebs berbaik hati nih cerita gimana pengalamannya selama riset untuk tesis dan bukunya. Kita juga kolaborasi dengan Pak Alexander Sabar. Keduanya adalah mahasiswa doktoral Departemen Kriminologi UI. Di sini, Pak Alex berbagai cerita tentang pola keterlibatan perempuan dalam jaringan terorisme, termasuk andil algoritma sosmed! -
Kalian kalau denger kata 'Jiplak' tuh kebayang apa si?
Kalau mimin si keinget bikin gambar yang pakai kertas karbon gitu hehehe.
Eist...tapi jangan salah, ingat gak kasus karya Young Lex yang diduga plagiat karyanya Lay Zhang salah satu member Exo?
Nah itu juga masuk kategori 'Jiplak' loh.
Terus hubungannya sama Kriminologi apa?
Daripada kepo, yuk langsung aja dengerin podcast kali ini. -
Pernah kepikiran gak bentuk pencegahan kejahatan paling receh yang sebenarnya deket banget sama kehidupan pergaulan kit sehari-hari? IYA. GOSIP!
Di episode "Gosip", @the_jci terinspirasi Bu Tedjo dari film Tilik untuk membahas perilaku bergosip dari sudut pandang kriminologi, khususnya dalam topik stigmatic shamming dan reintegrative shamming. Fenomena stigmatic shamming seperti bergosip yang banyak berkembang di negara-negara Asia ternyata menginspirasi John Braithwaite hingga akhirnya melahirkan teori Reintegrative Shamming. -
Tawuran? Di jaman pandemik gini? Emang masih ada?
Walaupun sedang terjadi pandemik covid-19, hal ini tak menjadi halangan untuk mereka melakukan tawuran loh. Sisi Renia dan Riskey Prabu baru - baru ini melakukan penelitian dan menemukan bahwa aksi tawuran itu masih dan akan tetap terus ada loh. Ada tawuran pelajar, ada juga tawuran warga. Menariknya, "keren" jadi salah satu alasannya. Kenapa bisa begitu?
Yuk, langsung aja dengarin! -
Di episode sebelumnya, tim @the_jci sudah membahas bagaimana aksi netizen yang kompak memburu pelaku penganiayaan kucing, sebagaimana yang digambarkan dalam film "Don't f*uck with cats", bisa dimaknai sebagai aksi vigilantisme.
Speak of the devil, netizen Indonesia juga tiba-tiba dihebohkan dengan aksi pembunuhan kucing oleh salah satu staf sekolah X. Menarik untuk dibahas lebih dalam lagi nih dari sisi kriminologi!
Agar lebih daging bahasannya, kita diskusi bareng Mas Kisnu Widagso, dosen @kriminologi_ui untuk ngulik masalah vigilantisme ini. Penasaran seperti apa isinya? Langsung aja dengerin di Podcast ini!😉 -
Kali ini, kita ngomongin si Kocheng dalam series Don't Fuck With Cats: Hunting An Internet Killer. Tentunya dengan pendekatan Kriminologi dong.
Ceritanya, ada tokoh bernama Deanna Tompson, John Green, dan sejumlah warganet yang geram atas perilaku Luka Mognotta (si pelaku) terhadap dua ekor anak kucing. Di samping perilaku Luka Mognotta itu salah, tapi reaksi yang ditunjukkan ke dia juga menarik nih. Bahkan, bisa masuk dalam kategori vigilatism loh.
Kok bisa? Apa hubungannya?
Yuk, langsung aja dengerin podcast kali ini! -
Dalam konteks bahasan penyebab remaja melakukan delinkuensi, salah satu teori yang bisa dirujuk adalah Teori Anomie yang dikemukakan oleh Robert K. Merton.
Merton menjelaskan bahwa perilaku delinkuen muncul sebagai respons individu atas nilai dan norma yang hidup di dalam masyarakat. Respons ini dimunculkan dalam lima bentuk adaptasi yang berbeda, yakni: conformity, innovation, ritualism, retreatism, dan rebellion.
Seperti apa penjelasan masing-masing adaptasi tersebut? Yuk dengerin penjelasan lebih lanjutnya. -
Criminologist Around the Corner is back!
Kali ini, Tim JCI berbincang santai dengan Albert Wirya yang merupakan salah seorang lulusan Kriminologi. Menariknya, walaupun Kriminologi berbasis ilmu sosial, namun sekarang Albert bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM).
Bagaimana keterkaitan lulusan kriminologi dengan deskripsi kerja di suatu Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat?
Yuk, langsung simak saja. -
Indonesia memiliki beragam cerita mistis tentang penjaga hutan, laut, gunung, danau, atau bahkan dalam lingkup terkecil seperti petakan sawah di desa. Sebut saja Nyi Roro Kidul, Eyang Singo Sinebahing Dilah, Ikan Mas penunggu Danau Toba, dan masih banyak lagi. Percaya nggak percaya, ritus, mitos, dan segala macam tahayul ternyata mampu menjadikan manusia lebih arif sekaligus sarana dalam mencegah kejahatan lingkungan.
-
Episode terbaru kali ini, tim The Journal of Criminologi Indonesia telah mewawancarai Mohammad Irvan Olii, S.Sos., M.Si untuk memberikan penjelasan mengenai "Visual Criminology". Mulai dari, sejak kapan gambaran visual menjadi bagian dalam pembahasan kriminologi. Sampai dengan, seberapa menariknya penggunaan media visual dalam kriminologi.
-
Karena selain dijamin kebebasannya oleh negara, ngomongin politik itu memang asyik, meskipun kami lulusan Kriminologi. Kali ini The JCI mencoba membahas hingar-bingar politik di saat pandemi, mulai dari asimilasi napi, distorsi informasi tentang kebijakan penanganan pandemi, sampai soal etis tidaknya penggunaan buzzer.
-
Berhati-hatilah wahai para penikmat dan pembuat konten video prank! Sebab sebuah video yang bertujuan 'menghibur' bisa jadi menimbulkan kerugian bagi penonton, pembuat hingga sekelompok orang tertentu. Simak diskusi The JCI bersama pegiat seni dan budaya sekaligus pengamat media Manshur Zikri mengenai fenomena video-video prank yang bukan hanya mengandung kekerasan, tapi juga berpotensi menyebarkan kebencian.
-
Lima Mei 2020, kanal berita MBC merilis video yang menggambarkan perlakuan tak layak terhadap Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di atas kapal penangkap ikan Tiongkok.
Pada video tersebut, mereka mengeluh tak mendapat air minum yang layak, jam kerja memadai, bahkan terdapat pula ABK yang meninggal dan dilarung ke laut.
Tim The JCI berbicara dengan ahli hukum dari Universitas Indonesia Bono Budi Priambodo untuk melihat lebih dalam duduk permasalahan eksploitasi anak buah kapal asal Indonesia di kapal ikan asing. Dengarkan hasil wawancara kami di podcast episode terbaru Anak Budak Kapal. -
Kalau kamu merasa di masa pandemik ini banyak bermunculan orang-orang culas (atau oportunis?), Gak perlu heran! Dalam bahasan Criminology of Disaster, keculasan-keculasan yang diidentifikasi sebagai fraud jadi salah satu kejahatan yang paling mungkin bisa diprediksi kemunculannya di setiap musibah. Literally, musibah apapun. Episode kali ini, tim @the_jci ngobrol bareng @ghali723. Sebagai certified fraud examiner, dia berhasil mengamati beberapa bentuk fraud yang muncul selama pandemi COVID-19 ini dan share temuannya ke kalian. Yuk dengerin penjelasannya di The Journal of Criminology Indonesia Podcast episode terbaru!
- Laat meer zien